Kegiatan Wajib Kunjung Museum yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 09 Agustus 2022 di Museum Transportasi dan Museum demensi di Sukoharjo, Jawa Tengah, tanggal 10 Agustus 2022 di Museum History of Java dan Museum De Tjolomadoe Surakarta, dan tanggal 11 Agustus 2022 di Museum Kereta Api Ambarawa dan Museum Isdiman Ambarawa yang berada di Jawa Tengah, Kamis (11/08/2022).
Kegiatan selama tiga hari diikuti oleh guru SMA beserta siswa, guru SMP beserta siswa, Pramuka, Karang Taruna, KPSKP (Komunitas Pecinta Sejarah Kulon Progo), Mahasiswa Sejarah IKIP PGRI Wates, MSI (Masyarakat Sejarah Indonesia) dan pendamping dari dinas. Kegiatan dipandu oleh 3 orang narasumber per harinya, dengan harapan para narasumber dapat menyampaikan materi sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing dan sesuai dengan lokasi museum yang dituju
Kegiatan Wajib Kunjung Museum bertujuan mengenalkan kepada seluruh peserta tentang museum, serta berusaha merubah paradigma bahwa selama ini museum hanyalah suatu tempat untuk menyimpan benda-benda usang yang tidak menarik untuk dikujungi. Oleh karena itu kita memilih museum the Heritage Pallace, Museum De Tjolomadoe, Museum Kereta Api Ambarawa dan lain-lain dengan satu tujuan agar peserta terbuka pandangannya bahwa museum bisa dikelola menjadi suatu tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi, selain karena kemasannya menarik, museum ini juga menyimpan berbagai kenangan masa lalu dan yang paling pokok adalah museum ini menjadi spot poto yang sangat menarik. Dengan demikian seluruh peserta diharapkan lebih mengenal dan tertarik untuk menggali apa yang ada di dalam museum-museum tersebut.
Obyek obyek yang dikunjungi adalah museum transportasi dan museum 3 demensi yang berada di kompleks The Heritage Palace Sukoharjo, museum History of Java di Bantul, Yogyakarta, Museum De Tjolomadoe, Museum Kereta Api Ambarawa dan Museum Isdiman Palagan Ambarawa. Museum-museum tersebut masih menyimpan obyek-obyek tinggalan masa lalu sebagai eks pabrik gula dan eks Stasiun kereta Api yang masih bisa dikenali sejarah dan fungsinya melalui jejak yang ditinggalkannya, berupa bagian-bagian komponen aslinya yang masih tampak hingga sekarang seperti di De Tjolomadoe, peninggalan berupa alat-alat untuk mengolah tebu menjadi gula masih lengkap. Di dalam jejak itulah terkandung nilai-nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan hasil karya budaya leluhur yang berguna bagi generasi muda untuk menjadi pedoman dalam menggapai masa depan.